Rabu, 22 April 2009

Birrul Walidain

DURHAKA KEPADA ORANG TUA (BIRRULWALIDAIN)
Oleh Shofiulloh


Ketika para sahabat mendengar sakit Wail yang aneh, mereka berbondong-bondong menjengukinya, di sana mereka melihat pemandangan yang menyeramkan. Wail sedang berjuang hebat menghadapi maut. Dia mengalami sakaratul maut yang berkepanjangan, keadaannya sungguh mengerikan. Siapa saja yang melihat waktu itu pasti merasa kasihan kepadanya.
Sebenarnya sudah banyak para ahli obat yang didatangkan, tetapi semuanya tidak ada satu pun yang mampu meringankan sakitnya. Sementara para sahabat Nabi pun telah berusaha untuk menuntun Wail agar bisa mengucapkan kalimat syahadat. Namun Wail tetap tidak bisa mengucapkannya. Bahkan lidahnya keluar seperti lidah anjing kehausan. Kemudian para sahabat melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah SAW. kata sahabat “ Ya Rasulullah, sungguh Wail sakit keras dan kami tidak tahan melihat penderitaannya yang hebat, bagaimanakah ya Rasululloh agar Wail cepat lepas dari penderitaannya? Kasihanilah dia ya Rasulullah”.
Kemudian Rasullah bertanya, “Apakah Wail masih mempunyai orang tua”? Para sahabata menjawab, “ masih ada, tetapi tinggal ibunya saja.” Lalu Rasulullah berkata, “cobalah panggil ibunya kesini”. Kemudian para sahabat memanggil ibunya Wail, setelah datang kemudian Rasulullah bertanya, “Apakah suamimu sudah meninggal?” Ibu Wail mejawab, “sudah ya Rasulullah”. Lantas Rasulullah bertanya lagi, “bagaimanakah kelakuan Wail sebelum sakit ini, pernahkah Wail berbuat dosa?”
Ibunya Menjawab: “Benar Wail pernah menyakiti hatiku, dia memarahiku dan berkata kasar padaku karena menerima laporan palsu dari istrinya yang benci pada saya, saya sakit hati pada Wail dan istrinya .” Rasulullah: “Tapi bukankah Wail anak ibu juga” Ibu Wail: “Apa maksud Rosulullah?” Rosulullah: “Ampunilah dia, keadaanya sekarang ini adalah akibat dari dosa terhadapmu (ibu)”. Ibu Wail: “Tidak…tidak…tidak bisa, aku tidak bisa mengampuninya” Rasulullah: Ingat engkau adalah satu-satunya orang yang dapat menyebabkan Wail menderita. “ Ibu Wail: “Biar…biarlah dia rasakan betapa sakitnya azab Allah” Rasulullah tidak bisa membujuk ibu Wail agar memaafkan Wail. Kemudian dia berkata: “Sudahlah sekarang juga kumpulkan kayu bakar untuk Wail ini, terlalu kasihan melihat penderitaannya yang berkepanjangan”.
Mendengar perkataan Nabi SAW tersebut spontas ibunya bertanya: “Ya Rasululah untuk apa kayu bakar dikumpulkan” Rasulullah menjawab: “Wail akan saya bakar hidup-hidup karena orang yang dekat dengannya (ibu Wail) membiarkannya menderita dan tidak dapat memaafkannya”.
Ibu Wail langsung menjerit: “Jangan…jangan…Wail jangan dibakar…Wail jangan dibakar, saya akan mengampuninya, saya telah memaafkannya sekarang”.
Mendengar jawaban ibunya Rasulullah dan para sahabat menjadi lega. Setelah kemarahan ibunya lega, maka beberapa saat kemudian Wail meninggal dunia dengan mengucapkan kalimat syahadat (laa ilaaha illallah ) dan meninggal dunia dengan tenang.
Roslullah lalu menceritakan bahwa dosa yang langsung mendapat azab dunia ini adalah durhaka kepada orang tua.

Tidak ada komentar: