Kamis, 23 April 2009

Abu Nawas

Abu Nawas

Abu Nawas adalah seorang sufi yang cerdik dan mempunyai pemikiran yang luas, ia memiliki karakter jenaka dan menjadi bahan ketawa orang ramai pada masa itu. Karena kecerdasannya ia sangat disanjungi dan disayangi oleh Khalifah Harun Al-Rashid.

Pada suatu pagi hari Abu Nawas pergi ke pasar untuk berjumpa kawan-kawannya. Keadaan pasar pada saat itu sibuk , sangat ramai dan banyak orang yang sedang membeli buah. Setelah tiba di pasar Abu Nawas berkata "Hai kawan-kawanku, aku sangat benci kepada yang hak dan sangat cinta kepada fitnah" dan beliau berkata lagi "Aku sesungguhnya pada hari ini sangat kaya malah lebih kaya daripada Allah". Orang ramai yang mendengar ucapan Abu Nawas itu mulai rasa curiga dan menuduh Abu Nawas sudah tidak siuman lagi karana semua orang sangat mencintai kepada perkara yang hak dan membenci kepada fitnah dan sesungguhnya Allah maha kaya dari sekelian makhlukNya.

Orang ramai yang berada di pasar menangkap Abu Nawas dan membawanya ke hadapan Khalifah Harun Al-Rashid. Orang ramai memberi tahu Khalifah Harun Al-Rashid tentang ucapan Abu Nawas di pasar tadi, Khalifah sangat marah dengan kata-kata Abu Nawas. namun karena sang Khalifah terkenal adilnya , beginda tidak terus menghukum Abu Nawas sebelum ada kebenaran yang pasti tentang ucapan Abu Nawas. Khalifah bertanya kepada Abu Nawas "Benarkah kamu mengatakan bahawa kamu sangat membenci kepada yang hak (sesuatu yang benar) dan mencintai kepada fitnah?". "Benar wahai Amirul Mukminin" jawab Abu Nawas. Khalifah bertanya lagi "benarkah kamu mengatakan bahawa kamu lebih kaya daripada Allah?". Jawab Abu Nawas "Benar wahai Amirul Mukminin".

Khalifah Harun Al-Rashid sangat marah kepada Abu Nawas kerana sepengetahuannya Abu Nawas adalah orang yang alim dan selalu bertakwa kepada Allah. Khalifah berkata "Apakah yang telah terjadi kepada kamu sehingga kamu berani mengatakan seperti itu?. kafirkah kamu kerana mengucapkan kata-kata tersebut?". Abu Nawas tersenyum dan berkata "Sabarlah wahai Amirul Mukminin, dengarlah dahulu penjelasan hamba" "Apa lagi yang akan kamu jelaskan , bukankah kata-kata kamu sudah jelas dan nyata" jawab Khalifah. "Begini wahai Amirul Mukminin" jawab Abu Nawas dan menyambungnya lagi "Aku sering mendengar orang membaca talkin bahawa mati itu adalah hak dan neraka adalah hak, bukankah mati dan neraka sangat dibenci oleh orang ramai" "Saya rasa Amirul Mukminin juga membenci akan mati dan neraka , sama seperti saya membencinya" kata Abu Nawas. Khalifah Harun Al-Rashid mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan kebenaran kata-kata Abu Nawas.

"Bagaimana pula dengan kata-kata mu bahwa kamu sangat mencintai kepada fitnah" kata Khalifah. Jawab Abu Nawas "Anak dan Harta boleh membawa kepada fitnah, tidak ada seorang pun yang membenci akan anak dan harta. Khalifah sendiri sangat mencintai anak dan suka mengumpulkan harta". Khalifah sekali lagi menganggukkan kepalanya sebagai menandakan kebenaran kata-kata Abu Nawas.

Khalifah Harun Al-Rahid bertanya lagi "Terangkan kepada ku bagimana kamu mengatakan bahawa kamu lebih kaya daripada Allah". Abu Nawas menjawab dengan tenang "Saya mempunyai banyak anak sedangkan Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan". Orang ramai yang berada disitu berasa lega dan berpuas hati atas penjelasan Abu Nawas. Mereka pun akhirnya bubar dari pasar untuk meneruskan aktiviti masing-masing.

Khalifah Harun Al-Rashid memberikah hadiah kepada Abu Nawas atas kecerdasannya dan berkata kepada Abu Nawas "Apakah sebenarnya yang menyebabkan kamu mengucapkan kata-kata tersebut di khalayak ramai". Abu Nawas menjawab bahwa dia ingin berjumpa dengan Amirul Mukminin, hanya dengan cara itu dia dapat berjumpa dengan Amirul Mukmin.

Setelah bertukar pikiran dan berbincang bincang dengan Khalifah Harun Al-Rashid, Abu Nawas akhirnya memohon diri dan pulang ke rumah

Rabu, 22 April 2009

Baik Sangka Itu Menciptakan Ketentraman

BAIK SANGKA ITU MENCIPTAKAN KETENTRAMAN
Oleh Shofiulloh

Ketika perang Badar sedang berkecamuk, sejumlah penyamun yang kelelahan singgah di sebuah rumah terpencil milik keluarga muslim. Mereka mengaku baru saja berjuang dijalan Al­lah dan terpisah dari pasukan Islam yang sudah bertolak menuju Madinah lebih dahulu.Dengan suka cita, meskipun hari telah menjelang larut malam, tuan rumah menyambut mereka.

Untuk menghormati para "pejuang" itu, ia menyediakan makanan dan kopi hangat, dan memerintahkan istrinya untuk menyiapkan tempat istirahat para tamunya dengan hamparan permadani. Untuk keperluan wudhu, mereka ditimbakan air, can diletakkan di dalam kamar, dibawahnya ditaruh bejana.
Tentu saja para penyamun itu merasa keenakan, sehingga keesokan harinya mereka baru bangun setelah hari menjelang siang.

Sesudah menyantap sarapan yang dihidangkan tuan rumah, mereka mohon diri. Ketika melewati kamar tuan rumah yang kebetulan terbuka pintunya, pemimpin penyamun melihat sekilas ada anak lelaki terbaring tidak berdaya. Tanpa ditanya, si tuan rumah berkata,"Itulah satu-satunya anak saya. Tetapi sejak kecil ia hanya bisa berbaring sesudah diserang kelumpuhan akibat demam panas. Dengan doa tuan-tuan selaku fi sabilillah, kami berharap agar ia dapat disembuhkan dari penyakitnya, dipulihkan kesehatannya.Seraya melirik kepada anak buahnya, pepimpin penyamun itu menjawab, "Amien," disambut mereka dengan seruan yang sama, "Amien,"

Tuan rumah lega dan sangat bangga karena tempat tinggalnya disinggahi para pejuang yang gagah berani . Sehingga tatkala pada malam barikutnya, mereka datang lagi, ia dengan lebih ikhlas membuka pintu rumahnya. Mengherankan, anak lelaki yang kemarin terbaring tak berdaya, kini sudah sehat, bahkan ikut menyambutnya. Seakan tidak percaya, pemimpin penyamun itu bertanya, "Diakah anak Tuan yang lumpuh itu?" "Betul," ujar tuan rumah dengan mata berbinar-binar. "Dialah anak saya yang kemarin masih lumpuh." Dengan obat apa ia bisa disembuhkan dari penyakit lumpuh?" tanya sipemimpin penyamun makin heran. "Dengan air bekas wudhu Tuan-tuan," jawab tuan rumah.

Lalu ia pun bercerita, bahwa ketika kemarin para tamunya itu bangun sudah siang, tetapi ia yakin mereka sudah salat subuh kemudian tidur kembali. Maka air yang tertampung di bejana, pasti merupakan cucuran wudhu mereka, kemudian dioleskannya ke sekujur tubuh anaknya berkali-kali, seraya berdoa kepada Allah. "Rupanya, berkat keikhlasan Tuan-tuan dan pengorbanan yang sangat besar demi membela agama dan nabi, doa kami suami istri dikabulkan Allah. Karena Tuan-tuan sebagai pejuang fi sabilillah adalah penyelamat kami dari aniaya kaum musyrikin."

Pemimpin penyamun tertunduk. Juga seluruh anak buahnya. Setelah berada di kamar, mereka saling berpelukan dan bertangisan, mengutuk perbuatan dan penipuan mereka, yang dibalas dengan baik sangka oleh suami istri yang berbudi itu. Dan sejak itu mereka bersumpah hendak menghentikan semua kejahatan mereka. Dengan tekad yang kuat, mereka berjanji akan menjadi muslim yang baik, dan kalau perlu rela mati di medan perjuangan untuk membela keluhuran agama Islam.

Pantas, Rasulullah senantiasa menganjurkan, demi terciptanya perdamaian dan persaudaraan, untuk tegaknya kesejahteraan dan ketentraman, sematkanlah sifat husnudzan atau berbaik sangka kepada orang lain. Sebab acapkali, baik sangka justru mengubah sikap permusuhan menjadi persahabatan yang tulus dan tanpa pamrih. Apalagi antara suami dan istri, antara orang tua dan anak-anaknya.

Wallahu `alam bish-shawab

Birrul Walidain

DURHAKA KEPADA ORANG TUA (BIRRULWALIDAIN)
Oleh Shofiulloh


Ketika para sahabat mendengar sakit Wail yang aneh, mereka berbondong-bondong menjengukinya, di sana mereka melihat pemandangan yang menyeramkan. Wail sedang berjuang hebat menghadapi maut. Dia mengalami sakaratul maut yang berkepanjangan, keadaannya sungguh mengerikan. Siapa saja yang melihat waktu itu pasti merasa kasihan kepadanya.
Sebenarnya sudah banyak para ahli obat yang didatangkan, tetapi semuanya tidak ada satu pun yang mampu meringankan sakitnya. Sementara para sahabat Nabi pun telah berusaha untuk menuntun Wail agar bisa mengucapkan kalimat syahadat. Namun Wail tetap tidak bisa mengucapkannya. Bahkan lidahnya keluar seperti lidah anjing kehausan. Kemudian para sahabat melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah SAW. kata sahabat “ Ya Rasulullah, sungguh Wail sakit keras dan kami tidak tahan melihat penderitaannya yang hebat, bagaimanakah ya Rasululloh agar Wail cepat lepas dari penderitaannya? Kasihanilah dia ya Rasulullah”.
Kemudian Rasullah bertanya, “Apakah Wail masih mempunyai orang tua”? Para sahabata menjawab, “ masih ada, tetapi tinggal ibunya saja.” Lalu Rasulullah berkata, “cobalah panggil ibunya kesini”. Kemudian para sahabat memanggil ibunya Wail, setelah datang kemudian Rasulullah bertanya, “Apakah suamimu sudah meninggal?” Ibu Wail mejawab, “sudah ya Rasulullah”. Lantas Rasulullah bertanya lagi, “bagaimanakah kelakuan Wail sebelum sakit ini, pernahkah Wail berbuat dosa?”
Ibunya Menjawab: “Benar Wail pernah menyakiti hatiku, dia memarahiku dan berkata kasar padaku karena menerima laporan palsu dari istrinya yang benci pada saya, saya sakit hati pada Wail dan istrinya .” Rasulullah: “Tapi bukankah Wail anak ibu juga” Ibu Wail: “Apa maksud Rosulullah?” Rosulullah: “Ampunilah dia, keadaanya sekarang ini adalah akibat dari dosa terhadapmu (ibu)”. Ibu Wail: “Tidak…tidak…tidak bisa, aku tidak bisa mengampuninya” Rasulullah: Ingat engkau adalah satu-satunya orang yang dapat menyebabkan Wail menderita. “ Ibu Wail: “Biar…biarlah dia rasakan betapa sakitnya azab Allah” Rasulullah tidak bisa membujuk ibu Wail agar memaafkan Wail. Kemudian dia berkata: “Sudahlah sekarang juga kumpulkan kayu bakar untuk Wail ini, terlalu kasihan melihat penderitaannya yang berkepanjangan”.
Mendengar perkataan Nabi SAW tersebut spontas ibunya bertanya: “Ya Rasululah untuk apa kayu bakar dikumpulkan” Rasulullah menjawab: “Wail akan saya bakar hidup-hidup karena orang yang dekat dengannya (ibu Wail) membiarkannya menderita dan tidak dapat memaafkannya”.
Ibu Wail langsung menjerit: “Jangan…jangan…Wail jangan dibakar…Wail jangan dibakar, saya akan mengampuninya, saya telah memaafkannya sekarang”.
Mendengar jawaban ibunya Rasulullah dan para sahabat menjadi lega. Setelah kemarahan ibunya lega, maka beberapa saat kemudian Wail meninggal dunia dengan mengucapkan kalimat syahadat (laa ilaaha illallah ) dan meninggal dunia dengan tenang.
Roslullah lalu menceritakan bahwa dosa yang langsung mendapat azab dunia ini adalah durhaka kepada orang tua.

Masih banyakkah oksigen kita ?

Masih banyakkah Oksigen kita ?
shofiulloh

Ahli hikmah mengatakan bahwa perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan seorang penyelam mutiara. Seorang penyelam itu dalam melaksanakan tugasnya selalu berbekal tabung oksigen yang dibawa di punggungnya. Ketika ia hendak terjun menyelam, niatnya tiada lain hanya ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tetapi begitu ia terjun ke laut, ternyata saat itu pula ia mulai lupa pada tiram yang harus dicarinya.

Pemandangan di dalam laut yang sangat mempesona dengan bunga karang dan ikan-ikan hias berwarna warni yang sangat indah, membuatnya silau. Ia pun selalu terlena bercanda ria mengejar mengejar ikan yang berwarna warni itu, melupakan tugasnya semula yaitu mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut. Hingga pada suatu saat akhirnya ia pun sadar, bahwa oksigen di punggungnya tinggal sedikit lagi. Maka timbullah rasa takutnya. Tidak terbayang olehnya bagaimana kemarahan majikannya kelak jika ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara yang dia harapkan.

Dengan tergesa-gesa karena oksigen dalam tabungnya hampir habis, ia berusaha mengambil tiram yang ada sebanyak sebanyaknya. Namun sayang, fisiknya yang kelelahan setelah bercanda ria dengan ikan-ikan hias yang indah itu tidak mampu menunjang lagi. Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong, sehingga meskipun tiram mutiara yang dibawanya sangat sedikit, mau tidak mau ia harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena terburu-terburu dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga begitu tersenggol ikan yang berseliweran di sampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah payah itu sebagian tertumpah keluar.

Di permukaan, majikannya telah menunggu. Ketika dilihatnya isi kantong si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang ia harapkan, maka iapun mencaci maki penyelam itu, dan saat itu juga langsung dipecatnya tanpa diberi pesangon sedikitpun. Dengan penuh penyesalam si penyelam berusaha meminta kesempatran ulang untuk menyelam kembali, namun majikannya menolak “ lebih lebih aku memakai orang lain daripada memakai engkau yang hanya pandai membuang-buang oksigen saja ! “ katanya ketus.

Yang ingin disampaikan dalam kisah ini yaitu perumpamaan-perumpaan yang begitu mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia.
Tabung oksigen melambangkan …………….
Tiram mutiara mengibaratkan …………………
Tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan …………….
Keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan ……………..


“ Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhiran itun yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui “ (Q. S. Al-Ankabut : 64)

Penyakit Hati

PENYAKIT HATI
Oleh : shofiulloh

Penyakit manusia itu ada dua macam. penyakit lahiriah atau peryakit badan dan penyakit batiniah atau penyakkt hati. Penyakit lahiriah, mudah diketahui karena dapat dilihat atau dirasa, tetapi tentang penyakit hati? Rasulullah SAW pernah berkata pada Saidina Ali r.a bahwa ada 12 macam penyakit hati manusia yang harus dihindari:
1 Penyakit berbicara itu dusta
Berbicara diperlukan dalarn rangka melaksanakan tugas, menyampaikan pesan, berkomu­nikasi, berjanji dan seterusnya. Tapi dalam berbicara ada penyakitnya yaitu dusta atau ber­bohong. Umat Islam dilarang berdusta karena hukumnya dosa.

2 Penyakit ilmu itu lupa
Segala macam ilmu yang bermanfaat itu baik, seperti ilmu alam, ilmu sejarah, dan sebagai­nya. Tanpa amalan,ilmu tak akan berguna. Apa yang telah dipelajari akan terlupa
3. Penyakit ibadah itu ria
Syarat utama ibadah adalah ikhlas Tanpa rasa ikhlas, ibadah itu te!ah terkena penyakit ria, yaitu ingin memamerkan ibadah
4. Penyakit budi pekerti adalah memuji diri sendiri
Budi pekerti yang baik, tindak tanduk yang santun, tutur kata yang manis dan tidak menya­kitl hati orang lain, akan sempurna jika tidak dlnodai penyakit memuji diri sendiri. Sebab me­muji dlri hanyalah akan rnenerbitkan takabur yang dilarang agama.
5. Penyakit berani itu agresif
Berani menyatakan yang benar, berani membela diri, berani menegakkan kebenaran ada­lah perbuatan terpuji, jika, tidak berlebihan. Sebab tindakan agresif dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain
6 . Penyakit cantik ialah sombong
Orang yang cantik, tampan dan ganteng itu sangat dekat dengan sifat sombong dan ang­kuh. Sifat sombong tanda orang tidak berterima kaslh dan mensyukuri karania Allah.
7. Penyakit bangsawan adalah bangga
Menjadi keturunan orang bangsawan, orang yang pandai-pandai, orang berpangkat ada­Iah baik, tetapi tidak boleh berbangga diri. merasa lebih dari orang.
8 Penyakit malu itu lemah
Seseorang harus mempunyai rasa malu agar ia tidak melakukan hal yang dilarang oleh Allah Tapi malu Yang berlebihan adalah penyakit yang menyebabkan seseorang menjadi lemah.
9. Penyakit mulia adalah menonjolkan diri
Perbuatar mulia akan tidak berarti bila disertai dengan keinginan untuk menonjolkan diri
10, Penyakit kaya itu kikir
Kaya itu diperintahkan oleh agama agar kita dapat membantu dan memberi pada orang yang memerlukan. Tapi orang sering lupa, ingin makin kaya dan kikir, enggan melepaskan sebagian hartanya.

11. Penyakit dermawan ialah berlebihan
Dermawan itu memang diperintahkan olel agama, tetapi tidak dengan cara berlebihan. Cara yang berlebihan mendekat pada sifat sombong dan ingin dipuji orang lain.
12. Penyakit agama itu hawa nafsu
Agama dituntun oleh Rasuiullah SAW agar manusia selamat dunia dan akhirat. Tetapi ada penyakitnya yaitu hawa napsu. Hawa nafsu ini yang mencegah manusia untuk menjalankan agama dengan baik.

DOA UPACARA SENIN

DOA UPACARA SENIN
ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

KEPADA NON MUSLIM DIPERSILAHKAN BERDOA MENURUT AGAMANYA MASING – MASING

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM

1. ALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN . ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD

2. YA ALLAH YA TUHAN KAMI, JADIKANLAH UPACARA HARI INI PENUH DENGAN MAKNA , HIKMAT DAN MANFAAT
3. YA ALLAH YA TUHAN KAMI , BERIKANLAH KAMI KECERDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN SEMANGAT YANG TINGGI AGAR KAMI DAPAT MENERIMA PELAJARAN DENGAN BAIK
4. YA ALLAH YA TUHAN KAMI , JADIKANLAH JERIH PAYAH ORANG TUA KAMI, GURU GURU KAMI DAN ORANG ORANG YANG MEMBIMBING KAMI BERMANFAAT BAGI KAMI DAN MENJADI IBADAH DISISIMU
5. YA ALLAH YA TUHAN KAMI , AMPUNILAH DOSA DOSA KAMI , DOSA DOSA ORANG TUA KAMI DAN DOSA DOSA GURU GURU KAMI
6. RABBANAA AATINAA FID DUN –YAA HASANAH WAFIL AAKHIRATI HASANAH WAQINAA ADZAABAN - NAAR
7. SUBHAANA RABBIKA RABBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YASIFUN WASALAMUN ALAL MURSALIN WAL HAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN

WASSALAAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH

Doa HUT RI

DOA 17 AGUSTUS HUT RI
Oleh : Shofiulloh

1. Allahumma ya Allah… ya Tuhan kami pada hari ini kmis 17 agustus 2006 , kami seluruh bangsa Indonesia dengan penuh haru dan sahdu memperingati detik detik proklamasi kemerdekaan bangsa kami.
2. Allahumma ya Allah …. Ya Tuhan kami Tuhan yang Maha Mengetahui kami selalu mengenang akan pengorbanan para pendahulu kami , para perintis dan para pejuang kemerdekaan, yamh penuh keikhlasan mempersembahkan jiwa dan raga mereka untuk meraih kembali dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kami .
3. Allahumma YA Allah ya Rahman ya Rahim… sampaikan lah salam kami , sampaikanlah ucapan kami, berterimaksih kami , kepada para pahlawan kami yang telah gugur mendahului kami, baik yang dikenal maupun tidak. “ Allahummagfirlahum warhamhum waafihim wafu anhum “
4. ya Allah ya Gafur terimalah amal bakti dan pen gabdian mereka , maafkanlah segala kekurangan mereka dfan ampunmilah segala kesalahan mereka , berikanlah kepada mereka kehidupan seurgawi yang penuh dengan rahmat, dekatkanlah nereka disisMu sebagai pengorbanan mereka .
5. ya Allah ya Tuhan dan Maha Perkasa . berkat maunah dan pertolonganMu kini bangsa kami mulai menikmati awal kemerdekaan dan pembangunan nasional bangsa kami , namun masih panjang karena secatra hakiki bangsa kami masih belum dikatakan merdeka .
6. Ya Allah Ya Tuhan Yang Maha Perkasa ,… berkat maunah dan pertolonganMu kini bangsa kami sudah merdeka namun secara hakiki masih belum dikatajkan merdeka , oleh sebab itu ya Allah Tunjukkanlah kepada kami dan para pemimpin bangs akami ke jalan yang benar sehingga dapat menghantarkan bangsa kami yang merdeka sari kemiskinan , dari kebodohan , dari penindasan serta merdeka dari rasa ketakutan . jadikanlah bangs adan Negara kami ini
7. Ya Allah ya Tuhan kami limpahkan lah taufiq dan hidayahMu rahman dan RahimMu , rizki dan maunahMu kepada hambaMu yang sedang berjuang dibidang pendidikan sgenap keluarga besar Labschool Cinere
8. ya Allah sinarilah dengan cahaya Ma`rifatMu pada akal pikiran kami , hati nurani ka mi , langkah langkah kami , sehibngga kami dapat menghasilakn generasi yang beriman , berilmu dan berakhlak mulia. Amin